Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Diary Tabloid SAJI

PT. Heinz ABC Indonesia Gelar “Food Journey Trough Jakarta”
Dengan Kecap, Mengenalkan Masakan Indonesia Pada Dunia

Ada banyak cara mengenalkan bangsa pada dunia. Salah satunya tentu melalui kuliner. Seperti Anda mengenal Italia dengan spagetinya. Atau Thailand dengan tom yam goong yang segar itu. “Kami ingin mengangkat masakan Indonesia ke tingkat Internasional melalui kecap. Menunjukkan bagaimana mengaplikasikan produk kami dalam masakan Indonesia,” jelas Edy Wong, Export Manager PT. Heinz ABC Indonesia.

Maka diundanglah para chef dan food writers dari Malaysia, Inggris, Belanda, dan Australia untuk mengenal aneka masakan khas Indonesia. Harapannya agar mereka memperkenalkan masakan Indonesia ketika pulang ke negaranya masing-masing. Mereka adalah Mark Price, Sheila Eggleston, Howard Ball dan Christian David Boaler dari Inggris. Dari Belanda diwakili Willemijn Van der Kamp yang merupakan editor Koken & Genieten Magazine dan Apetito Magazine. Sementara Hannah Yiu dan Alex mewakili Australia. Malaysia diwakili oleh Siang Joo Yeo. Acara berlangsung di Cinnamon Room Gedung Gramedia Kebun Jeruk, Jakarta, hari Rabu (16/01) lalu.

Bekerja sama dengan majalah Sedap, mereka melihat dan mempraktekkan langsung resep khas Indonesia. Di antaranya ayam panggang, pindang ikan bandeng, kangkung hotplate, nasi goreng jawa, semur daging gulung, udang bakar kecap bumbu wijen, sate berkuah, dan pasta saus szechuan.

Program ini dipandu Semijati Purwadaria, pemimpin redaksi majalah Sedap dibantu oleh Olivia, Cinthya, Yane dan Taufik. Acara berlangsung meriah dan penuh antusias. Sejumlah bahan seperti daun salam, kangkung dan belimbing wuluh menjadi bahan masak yang unik bagi mereka. Menurut Mark Price, rasa asam belimbing wuluh dalam pindang bandeng memberikan cita rasa yang istimewa. Mark adalah Executive Chef dari Loughborough University yang terbiasa melayani 3.200 mahasiswa setiap hari, 3 kali sehari, 7 hari seminggu. Ia menyatakan keinginannya untuk menyajikan hidangan ini pada mahasiswanya.

Pun ketika Mark melihat penyajian kangkung hotplate. Berkali-kali berdecak kagum dengan paduan kerenyahan kangkung dan rasa taoco yang menggigit. “Very good. I like it,” tuturnya.

Sementara Howard Ball begitu antusias dengan penyajian sate berkuah. Maklum saja, kacang mede yang biasa disajikan utuh, ternyata bisa dijadikan saus kacang yang lezat untuk sate. “That was amazing,” cetus pria yang pernah bergabung pada Her Majesty's Royal Air Force sebagai flying officer.

Saking penasarannya, Howard dan Mark sampai mencicipi belimbing wuluh dan kangkung mentah. Keduanya terlihat sangat antusias mengenal bahan masakan khas Indonesia

Howard telah malang melintang di dunia katering dan industri servis selama 35 tahun. Dan kini menduduki posisi sebagai Purchasing Manager pada Host Contract Management yang bergerak pada pengembangan dunia katering di Inggris. Menurutnya, dunia katering benar-benar harus menambah perbendaharaan hidangan dengan cara seperti ini. Pasalnya, saat ini begitu mudahnya kita bepergian ke berbagai negara sehingga ekspektasi seseorang pada makanan selalu berkembang.

Untuk Sheila, ini adalah pertama kalinya ia berkunjung ke Indonesia. Ia adalah Group Food Editor pada Dewberry Redpoint yang membawahi 6 majalah yang meliputi bidang bisnis dan industri makanan, restoran, plesir, tren dan hidangan baru dan masih banyak lagi. Sebelumnya, Sheila belum mengenal jenis masakan Indonesia. Penggunaan kecap manis juga hal baru baginya. Di Eropa, kecap asin lebih familiar. “So it is quite new for me,” cetusnya.

Di Eropa, nama soya sauce identik dengan kecap asin. Sehingga sweet soya sauce merupakan hal yang baru baginya. Begitu pula perpaduan rasanya dalam masakan. “The grilled chicken was very delicious. Fantastic,” ujarnya.

Baginya, kesempatan mempelajari masakan Indonesia sungguh berharga. Bahkan ia berjanji akan menulisnya dalam rubrik khusus di majalahnya.

Sementara Willemijn justru kesengsem dengan pesona pindang bandeng. Ia begitu ingin menampilkan hidangan ini di majalahnya. Perpaduan rasa manis dan asam dari belimbing wuluh rupanya begitu memikat lidah wanita cantik asal Belanda ini.

Sedangkan Hannah, Alex, Yeo dan Christian berasal dari bendera yang sama, Oriental Merchan Europe (OME). Perusahaan ini bergerak dalam bidang distribusi produk bahan masakan, termasuk aneka saus dan kecap. Yeo yang asal Malaysia sudah lebih familiar dengan masakan Indonesia. Pria yang menjabat Senior Development Chef ini beberapa kali terlihat membantu memberikan pemahaman mengenai penggunaan bahan masakan. Pria yang sudah berkeliling dunia sebagai chef ini memang yang paling ceria. Keberadaannya membawa suasana memasak menjadi lebih meriah dengan berbagai aksi jenakanya. Untuk masakan favorit, Yeo memilih pasta saus Szechuan. Menurutnya, pasta dengan saus szechuan adalah perpaduan yang cantik antara hidangan Eropa dan Asia. Rasanya pun sangat pas di lidahnya.

Sementara menurut Hannah yang menjabat direktur, selama ini pasar Australia dan Eropa belum mengenal atau mengerti bagaimana penggunaan kecap manis dalam masakan. “So, that is why we come here to learn,” ujarnya.

Dengan memahami penggunaan kecap manis pada masakan, Hannah berharap pasar kecap manis serta masakan Indonesia lebih terbuka di pasar Australia dan Eropa.


Add a Comment